Wednesday, 28 March 2012

Saat Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

Aku berharap pada seseorang yang tlah pergi,
Aku berharap kehadirannya,
Aku berharap kebaikannya,
Aku berharap perhatiannya...

Tapi..

Sering aku menangis karenanya,
Sering aku dikecewakannya,
Sering aku merasa disakiti olehnya...

Lalu…

Apakah dalam kecewa, dalam tangis dan dalam sakit itu ada kebahagiaan yang aku dapatkan?
Apakah dengan kekecewaan ini,
dengan tangis ini,
dengan perasaan sakit hati ini,
dia menjadi mencintaiku?

Mungkin jawabannya TIDAK

Jadi…
Bukankah ini saat yang tepat bagiku tuk pergi?
Bukankah ini saat yang tepat bagiku tuk menjauh?
Setidaknya aku pergi dari rasa kecewa ini…

Ya ini sangat sulit bagiku...



Tanpa kusadari…
Aku telah hanyut dalam harapan,
impian dan angan kosongku sendiri...

Sedikit kata darinya sudah membuat ku merasa diperhatikan
Sedikit senyum darinya sudah membuat aku berpikir dia peduli
Sedikit kabar darinya sudah membuat aku terlena, tak beranjak…

Ya… semua yg sedikit itu saja sudah membuat aku bahagia…

Yg sedikit bahkan semu, sudah membuat aku bertahan..
Untuk sesuatu yang KOSONG,
Untuk sesuatu yang tak pernah dia pikirkan
Untuk sesuatu yang bukan apa-apa untuknya
Dan esok, lusa, nanti ataupun detik yang akan datang…
Aku akan kecewa, menagis dan sakit hati lagi…

Ini saatnya aku melangkah…
Mendaki di terjal kehidupan dan mengalir bagai sungai
Tak kan bertahan untuk harapan yg tak pernah ada…
Tak kan menunggu hembus angin yang lalu…

Aku tak ingin terbangun dalam keadaan remuk

Selagi aku bisa berdiri…
Selagi airmataku belum habis
Selagi hatiku belum bernanah..
Biarlah sakitnya terasa hari ini..
Esok luka itu akan mengering

Biarlah dia menjadi bagian kenanganku
Tapi dia tak lagi menghancurkanku

Bahkan ketika aku pergi
Dia tak pernah menangisiku
Mungkin dia tak menyadarinya
Karena aku bukan yang diharapkannya
Aku bukan yang dipirkannya
Aku bukanlah apa-apa baginya

Biarlah airmata ini menetes sederasnya
Dan biarlah rasa sakit ini menghunjam dalam
Tapi untuk yang TERAKHIR kalinya….

Tuhan tidak menciptakan satu orang didunia ini..
Diluar sana masih banyak yang membutuhkanku..

Diriku kini hanya untuk mereka yang siap menerima cintaku..
Hanya untuk mereka yang lebih menghargai cintaku.

Saturday, 24 March 2012

Sometimes Love is an Art of Giving

Hari ini aku mau bahas tentang istilah "Sometimes love is an art of giving" atau bahasa Indonesianya "Kadang-kadang, cinta adalah seni memberi"...

Kalian percaya gak sama istilah.....
"Sometimes.... Love is an art of giving" yang mengacu kepada cinta yang tak kenal pamrih, atau bisa juga disimpulkan dengan cinta yang hanya ingin memberi tapi g memaksakan untuk diberi...

Mungkin orang yang seperti ini adalah orang yang hanya ingin orang yang dicintainya bahagia, walau g bersama.
Aku rasa disini nih mulai muncul istilah "cinta g harus memiliki"...

Kadang sering kali kita ngerasa bete bin kesel sama respon dari someone yang sangat kita harapkan. Pasti banyak yang ngerasa kaya' gitu..... betul.....??

Ya... ini sih salah satu konsep yang pernah aku baca di buku ESQ-nya Pak Ary Ginanjar Agustian. Beliau memperkenalkan konsep itu yang sebenarnya diturunkan dari sifat-sifat Allah (Asmaul Husna).
Mungkin ini salah satu alasan kenapa Allah tidak langsung saja menutup rejeki bagi orang jahat, toh mereka cuma bisa berbuat jahat....
buat apa sih hidup....
itu mungkin yang kita pikirkan....
Ini semua karena rasa cinta Allah yang mendahului murka-Nya.
Subhanallah....



Terus gimana turunan aplikasinya.......
Aku coba simpulin sendiri menurut pandangan sendiri dan keterbatasan ilmu yang aku miliki.
Jadi emang seharusnya cinta itu g kenal pamrih....
memang idealnya adalah bahwa cinta tidak menuntut balas.
Perkara bahwa jika ternyata kamu dan pasanganmu cocok (sama-sama berbalas).... aku rasa itu emang sudah diatur Yang diatas.

Intinya adalah jangan kesel melulu kalo seseorang yang kamu harapkan nyuekin kamu. Kalo kamu lagi ngerasa dicuekin, inget aja....
"Sometimes.... Love is an art of giving....."
Mungkin ini bisa sedikit nenangin hati kamu yang bete.
Percaya deh banyak kok yang senasib atau mungkin lebih parah daripada kamu.... Hehehe

Belajar dari pengalaman... :)

Friday, 23 March 2012

Renungan

Seorang anak bertengkar dengan ibunya dan meninggalkan rumah. Saat berjalan ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang.

Ia melewati sebuah kedai bakmi. Ia ingin sekali memesan semangkok bakmi karena lapar. Pemilik bakmi melihat anak itu berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu bertanya "Nak, apakah engkau ingin memesan bakmi?"

"Ya, tetapi aku tidak membawa uang," jawab anak itu dengan malu-malu. "Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu,"jawab si pemilik kedai.

Anak itu segera makan. Kemudian air matanya mulai berlinang. "Ada apa Nak?" Tanya si pemilik kedai. "Tidak apa-apa, aku hanya terharu karena seorang yg baru kukenal memberi aku semangkuk bakmi tetapi ibuku sendiri setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah. Kau seorang yang baru kukenal tetapi begitu peduli padaku.

Pemilik kedai itu berkata "Nak, mengapa kau berpikir begitu? Renungkan hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi & kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi, nasi dll sampai kamu dewasa, harusnya kamu berterima kasih kepadanya.

Anak itu kaget mendengar hal tersebut. "Mengapa aku tidak berpikir tentang hal itu?
Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal aku begitu berterima kasih,
tetapi terhadap ibuku yang memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak peduli.

Anak itu segera menghabiskan bakminya lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang.


Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih & cemas. Ketika melihat anaknya, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah "Nak, kau sudah pulang, cepat masuk, aku telah menyiapkan makan malam."

Mendengar hal itu, si anak tidak dapat menahan tangisnya & ia menangis di hadapan ibunya.

Sekali waktu kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain untuk suatu pertolongan kecil yg diberikannya pada kita.

Namun kepada orang yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita sering lupa untuk berterima kasih.

Maafkan anakmu yang belum bisa membuat kalian bangga, maafkan anakmu yang selalu menyakiti hati kalian, maafkan anakmu yang belum bisa membahagiakan kaliam... Sampai kapanpun aku takkan pernah siap untuk kehilangan kalian.... 


Thursday, 22 March 2012

Tanpa Judul...


Aku terbaring disini,
menatap kosong pada langit-langit kamar...
Ada hal yang tak pernah bisa dijelaskan...
Ada luka yang tak pernah bisa terobati...

Aku terbaring disini,
menggenggam erat perih dihati...

aku tak tau...
berapa banyak waktu yang telah berlalu,
berapa banyak kata yang tlah terucap,
berapa banyak air mata yang tlah jatuh,
dan berapa banyak luka yang tlah tergores...

Yang aku tau...
Aku masih tetap berdiri disini..
Menggenggam hati yang tlah terluka...

Mungkin aku terlalu bodoh...
disakiti sesakit apapun,
aku masih bisa tersenyum untuknya...
aku masih terus memberi maaf untuknya...

Aku masih berdiri disini dan kan tetap disini...
menggenggam erat sekeping hati yang tlah tersakiti...
tak kan pernah ada yang bisa mengobati luka ini...

Monday, 12 March 2012

Kisah Kita D&D

Sebuah kisah kita yang berawal dari ketidaksengajaan, dan siapa sangka ketidak sengajaan itu menjadikan kita tak pernah bisa untuk meninggalkan apalagi melupakan...

LC salah satu jejaring sosial, waktu itu aku log in dengan nick name "Moccacino Forty", buka chatroom lagi asik-asik baca nama orang yang akan diajakin chat, tiba-tiba kamu negor aku.

"Hai, boleh minta moccacinonya g??", dengan cepat aku bales "nggak boleh".
"Yahh pelit tapi kenalan boleh kan??", balasmu saat itu.
"boleh.. hehe".
Obrolan kita berlanjut sampai saat kamu nanyain nick name "facebook' aku, dan disinilah semuanya berawal.

Waktu itu kamu bilang kamu udah nyari tapi g ketemu, berapa kali nyoba tapi tetep g bisa. Aku nyoba nyari fb kamu tapi juga g bisa... Sampai akhirnya aku log out LC.

Besoknya waktu buka fb, aku liat ada permintaan pertemanan, setelah aku liat trnyata itu kamu... Mulai saat itu kita selalu ngobrol, sampai akhirnya kamu percaya buat cerita am aku tentang hubungan kamu ama pacar kamu yang lagi g baik waktu itu. Tukeran no hp, dan udah pasti hubungan kita semakin dekat. Sampai akhirnya kamu putus dari pacar kamu, dan kita masih tetep berhubungan, ya udah bisa ditebak pada akhirnya aku ngerasa nyaman am kamu, dan kamu juga gitu, akhirnya kita jadian.

Awalnya semua biasa aja, g terlalu make hati dan perasaan karena kita terbatas ama jarak, tapi siapa sangka semakin lama rasa itu tumbuh juga.
Semakin lama semuanya semakin menyenangkan, sampai suatu hari hal yang menyakitkan itu pun datang, masalah terus datang sampai akhirnya kamu pergi, waktu itu rasanya menyakitkan itu pasti.
Aku jalani hari-hari ku sendiri, awalnya sedikit agak aneh tapi aku yakin aku bisa lupain kamu. Lima bulan berlalu luka itu masih terasa, aku putuskan untuk membuka hatiku untuknya orang yang baru aku kenal dari temanku. Hubungan kami g berjalan semulus yang dibayangkan, tiap hari bertengkar. Tiba-tiba pada suatu hari kamu sms aku nanyain kabar, aku seneng banget waktu itu.

Aku udah kasih tau kamu kalo ak udah punya pacar jadi g boleh sering-sering smsan, tapi pada kenyataannya aku lebih nyaman berhubungan ama kamu daripada ama dia. Lama kelamaan hubungan aku dan dia makin parah, sampai akhirnya aku putuskan tuk berpisah darinya.

Terus kamu dateng dengan rasa itu, rasa yang dulu udah kamu sia-siakan, aku diam bingung, aku g bisa bohong kalo aku belum bisa ngelupain kamu. Dan akhirnya kita pacaran lagi.
 Yaaa, semakin lama hubungan kita semakin baik, semakin bisa saling mengerti dan memahami. Dan akhirnya hari yang ditunggu pun datang juga, aku putuskan untuk pergi ke sana, ketempat kamu sayangnya g bisa langsung ketemu kamu karna kamu kerja.


Waktunya cuma satu minggu dan dari satu minggu itu cuma tiga hari kita bisa sama-sama. Tiga hari yang sangat berarti, tiga hari yang selalu aku inget setiap detik yang kita laluin sama-sama. Yahh akhirnya aku harus pulang, berat banget rasanya ninggalin kamu disini.

Kamu nganterin aku ke bandara, masih sempet ngobrol lama ama kamu. G rela, bener-bener g rela ninggalin kamu. Sampai akhirnya aku hampir berangkat, aku cium tangan kamu, lewatin petugas, dan setelah itu aku noleh lagi ke belakang cuma buat liat kamu, aku masih bisa liat kamu sebelum kamu hilang diantara orang-orang, aku berjalan pelan menuju ruang tunggu, g sadar airmata aku jatoh dengan sendirinya, aku sadar ada sesuatu yang sakit dibagian hati aku, sakit karna g bisa ada disamping kamu lagi, g bisa nemenin kamu lagi. Saat itu aku sadar aku terlalu sayang ama kamu dan aku rasa aku g kan pernah bisa ngelepas kamu. Aku mulai berpikir, suatu saat nanti kalau nyatanya kita g bisa sama-sama aku g kan pernah bisa ngelupain kamu, karna kamu udah punya tempat sendiri dihati aku.

Sesampainya dirumah, kurebahkan diriku, terus memikirkanmu, mengingat semua yang udah terjadi, dari awal aku kenal kamu sampai saat itu.

Ternyata semuanya semakin sulit dilalui saat kita udah pernah ketemu, hampir tiap hari berantem, bukan karena kita g saling sayang, tapi cuma karena keegoisan kita masing-masing.
Dan akhirnya hubungan kita kandas lagi, tapi kali ini rasanya lebih menyakitkan. Menyakitkan karna harus kehilangan orang yang selalu aku inget setiap pagi saat aku membuka mata. Dan setiap pagi pula aku merasakan sakit itu lebih dari saat-saat lainnya.

Lama g ada kabar, dan akhirnya aku tau kalo kamu udah punya pacar lagi, sedangkan aku... aku masih berdiam diri enggan untuk membuka hati untuk orang lain, karena apa, karena setiap aku ingin membuka hati untuk orang lain, perasaan aku selalu bilang kalo aku pasti bisa sama-sama kamu lagi, perasaan aku selalu bilang kalo kamu tuh orangnya, kamu orang yang akan nemenin aku sampai nanti saat aku menghembuskan nafas terakhirku.

Hubungan kamu am pacar kamu g pernah berlangsung lama. Sampai suatu hari kamu bilang kalo g ada yang bisa kya' aku, g ada yang bisa ngertiin kamu kya aku. Gitu juga aku, g ada yang bisa ngertiin aku kya' kamu, makanya aku g pernah ngebuka hati buat orang lain.

Hubungan kita sekarang, entah apa namanya dua orang yang saling menyayangi dan mencintai tapi g pacaran. Kita berdua sama-sama tau isi hati kita masing-masing, kadang aku berfikir kalo kamu t jodoh aku. hehe...

Karena sejauh apapun kita saling meninggalkan, sekuat apapun niat kita untuk saling melupakan, nyatanya kita g pernah mampu melawan perasaan kita untuk terus berhubungan.


Kita g pernah peduli tentang apa yang orang katakan tentang hubungan kita, dan mungkin orang yang baca tulisan aku ini juga akan berpikir bahwa hubungan kita cuma ada dalam cerita atau novel, atau mungkin mereka akan berpikir bahwa ini semua hanya karangan atau cerita fiksi hasil dari hayalan aku.
Tapi kita g peduli, karna yang ngejalanin kan kita bukan mereka.. :D

Kita g tau apa yang akan terjadi besok dan seterusnya, yang pasti aku selalu berharap kita kan terus bersama sampai hembusan nafas terakhir kita...
Ammiiinnn :)

Wednesday, 7 March 2012

Test Aplikasi Blogger-droid

Pagi pembaca setia coretan g penting saya.... :)

Oke....

Udah lama g coret-coret di blog  nih, pagi ini saya lagi ngetest aplikasi blogger di android...


Agak membingungkan awalnya, tapi setelah dipelajari akhirnya bisa digunakan dan tulisan ini adalah hasilnya... Hehehe


Ngetiknya jadi agak ribet karna saya g terbiasa dengan touchscreen... Saya harus menghapus berkali-kali karena salah ketik dll.... Fiuhhhhh.... :D


Semoga dengan adanya blogger-droid ini saya jadi lebih rajin ngepost diblog, karena biasanyakan selalu terbentur dengan alesan males buka laptop atau koneksi modem g baik....

Have fun ya..... :)


Published with Blogger-droid v2.0.4