Thursday, 26 January 2012

Kugantungkan Harapanku Padanya

Kubuka mataku perlahan, setengah sadar aku bangun dari tempat tidurku karena kegaduhan dari luar, seseorang tengah menggedor pintu kamarku, kulirik jam weker dimeja sebelah tempat tidurku jam 00.01 pagi, aku menyumpah dalam hati siapa yang bertamu jam segini.

Aku berjalan gontai menuju pintu dengan perasaan sedikit kesal, saat ku buka pintu tiba-tiba beberapa orang langsung memelukku dan bersorak, dan kemudian nyanyian Happy Birthday pun bergema dikamarku.

Aku mulai menyadari ternyata mereka yang dari tadi menggedor pintu kamarku. 
Satu persatu dari mereka mengucapkan selamat ulang tahun untukku, dari mulai keluarga dan sahabat-sahabatku.
Aku berusaha melihat kalender di meja, nah kini aku sadar betul ternyata hari ini ulang tahunku yang ke 21 tahun.

"Ayo na, make a wish dulu dong", ucap sahabat ku.
Aku menutup mataku dan mulai berdo'a untuk keselamatan ku dan orang-orang yang aku cintai dan mencintaiku dan semoga aku bisa bangkit dari keterpurukanku.
"Udahhh, makasih ya semuanya", jawabku sedikit terharu.

Hmm, ternyata masih ada ya yang ingat ulang taun ku, padahal aku sendiri selalu berusaha melupakannya.

Aku diajak keluar rumah oleh sahabat-sahabatku, disinilah pembantaian terhadapku dimulai. entah apa yang disiram oleh sahabatku ketubuhku ini, baunya sangat memuakkan, n membuatku ingin muntah, 21 tahun acara ultah masih aja seperti acara ultah ABG.
Setelah mereka puas aku pun segera mandi, selesai mendi kulihat mereka telah duduk rapi dimeja makan rumahku dengan makanan yang telah disiapkan oleh mama ku. Ternyata mereka telah bersekongkol, pantas aja mereka bisa masuk rumah jam segini.
Begitu aku sampai dimeja makan mama langsung mengucapkan selamat ulang tahun n mencium keningku.
Rasanya seperti kembali anak-anak. hehe

Setelah acara selesai dan teman-temanku kembali kerumah masing-masing aku masuk kedalam kamar, kuambil telfon genggamku dan kulihat ada beberapa pesan singkat yang belum dibaca, yah sudah bisa ditebak isinya adalah ucapan selamat ulang tahun dari teman-temanku yang tidak bisa dateng tadi, dan satu pesan terakhir dari Ricky, salah satu teman pencinta alamku.
Ku baca pesannya, isinya biasa saja, hanya ucapan dan do'a untukku kubalas pesannya dan mengucapkan terima kasih atas ucapan dan do'anya.

Aku berjalan kesisi jendela kamarku, menatap langit yang masih gelap, teringat dengan senyumnya, senyum seseorang yang tlah pergi meninggalkanku dalam keterpurukan yang menyakitkan ini, aku masih terus disini terus dalam keterpurukan ini, tak pernah berusaha untuk bangkit, seolah aku tlah terlanjur mencintai keterpurukanku ini. 

Teman-temanku selalu memberikanku semangat untuk bangkit, tapi ntah kenapa semakin aku berusaha bangkit, maka akan semakin menyakitkan rasa itu.

Kuputuskan untuk tidak tidur sampai pagi datang, sampai matahari memancarkan sinar indahnya, hari ini adalah tahun kedua aku tak bersamanya, tak bersama cinta yang dulu hadir dihidupku, cerita indah yang dulu dirajut kini hanya tinggal sebuah kenangan yang menyisakan kepahitan dan luka membusuk yang tidak bisa sembuh.

Aku terus berdiri disini sampai seseorang masuk ke kamarku yang tak ku kunci.
"kamu g tidur na?", tanyanya.
Aku menoleh, ternyata itu Dion sepupuku yang kebetulan menginap dirumahku malam ini.
"belum", jawabku singkat.
"kenapa? kamu masih ingat am dia?", tanyanya lagi
Aku hanya menjawab pertanyaannya dengan sebuah senyuman pahit.

"Luna..luna, mau sampai kapan sih kamu terus terpuruk kya' gini?",
"kamu g kan ngerti ama apa yang aku rasain", jawabku
"aku ngerti na aku udah pernah ngerasain waktu aku kehilangan Arin, tapi aku bisa bangkit aku bisa ngebuka hati aku buat orang lain, sampai kapan kamu mau kya gini?"
"sampai ada seseorang yang bisa ngehapus rasa sakit hati aku ini", jawabku pelan
"itu g akan terjadi kalo kamu g mau ngebuka hati kamu untuk orang lain luna".

Aku hanya diam menatap lagit yang mulai terang, tanpa kusadari Dion tlah meninggalkanku sendiri dengan lamunanku.
Aku tersadar oleh suara telfon genggamku yang mulai berdering, ku lihat layar telfon genggamku.
"Ricky??",desisku.
Lalu kuangkat telfonnya.
"Halo"
"Hallo na,dimana?", jawabnya dari sana.
"Masih dirumah, ada apa ky?"
"Udah jam 7 nih, kamu g ke kampus?", tanyanya
"Loh, kan masih liburan semester, ngapain ke kampus?"
"Nah ini nih, pasti kamu lupa deh, hari ini kan kita mau ada acara bakti sosial dengan bersihin kali, kamu lupa?"
"Ya ampun, aku lupa ky, yah gimana dong nih, kya nya g keburu deh kalo aku ke kampus sekarang"
"Gini deh sekarang teman-teman kita udah di jalan dari kampus ke kali, aku juga skarang lagi dijalan, kalo kamu mau aku jemput kamu dulu, nanti kita langsung ke kali, gimana?"
"emm, boleh sih, tapi g ngerepotin kan?"
"ngga' kok na, ya udah kamu siap-siap aja dulu, sampai ketemu nanti ya"
"iya, makasih ya ky, bye"
"bye"

Langsung kututup telfon ku bergegas siap-siap dan menunggu Ricky datang, 15 menit setelah itu Ricky telah sampai didepan rumah, lalu kami pergi bersama-sama.

Disepanjang perjalanan kami hanya diam sambil menatap jalan berharap cepat sampai ke tempat bakti sosial dilakukan, sesampainya disana beberapa teman telah datang.
Aku bergegas turun dari motor Ricky dan menghampiri teman-teman yang udah ada disana.
"Yang lain mana din?", ucapku membuka pembicaraan.
"Masih dijalan paling bentar lagi nyampe na, kamu dari mana kok baru nyampe?", tanya Dina
"Aku dari rumah, maaf ya agak telat soalnya tadi ada urusan", jawab ku sambil nyengir. Aku menoleh ke Ricky dia hanya senyum-senyum mendengar penjelasanku ke Dina. Aku memberikan isyarat agar dia tidak senyum-senyum, karena takut Dina menyadari kalo aku berbohong.
Setelah semua datang kegiatannya pun kami mulai.
Selama kegiatan berlangsung aku tak melihat Ricky, mungkin dia ke tempat lain.

Sekarang udah jam 11 siang, matahari sudah tinggi n membuat semuanya kelelahan, acara selesai setelah sholat dzuhur karena kami akan makan siang bersama setelah itu baru deh pulang ke rumah masing-masing.
Jam setengah 12 semuanya naik kedaratan, sebagian istirahat dan sebagian lagi siap-siap sholat dzuhur.

Setelah yang sholat selesai, kami makan siang.
Setelah itu kami pulang kerumah masing-masing.
Aku berjalan menuju halte terdekat karena aku g bawa kendaraan sendiri, ditengah jalan aku ketemu dengan Ricky.
"hai na, ngapain pulang sendiri"
"Loh trus mau pulang am siapa? masa iya rame-rame?, lagiankan arah pulang aku emng berlawanan arah ama yang laen, kamu ngapain lewat sini? bukannya rumah kamu bukan lewat sini?"
"g apa-apa, aku cuma mau ke toko buku sebentar, kamu mau ikut g?", ajaknya
"mmm, gratiskan?"
"Ya iya lah gratis, emang aku tukang ojek apa harus bayar", jawabnya sdikit kesal
"Hahaha, ya udah ayo", jawabku sambil tertawa senang melihat ekspresi wajahnya.

Sesampainya di toko buku Ricky langsung menuju jejeran novel, sementara aku mengikuti dibelakangnya, matanya terus mancari sampai matanya berhenti pada satu titik, dia mengambil buku itu dan membaca sinopsisnya, aku hanya berdiri memperhatikan sikapnya.
"Kamu suka baca novel?", tanyaku membuka pembicaraan
"iya, kadang-kadang kalo lagi g ada kerjaan, kamu g suka ya?"
"Dulu suka sih, cuma sekarang aja jadi jarang baca"
Dia hanya tersenyum dan terus melanjutkan konsentrasinya mencari diantara jejeran novel.
Setelah dia berhasil menemukan novel yang dia cari, kami langsung pulang. Sesampainya dirumah
"mm, makasih ya udah anter jemput aku"
"iya sama-sama, makasih juga udah nemenin ke toko buku", jawabnya sambil tersenyum
"kamu g masuk dulu?", ajak ku
"Nggak, kapan-kapan aja ya"
"ohh ya udah kapan-kapan ya"
"Eh, na nih buat kamu", ucapnya sambil menyodorkan sebuah novel
"Ini novel apa ky?"
"kamu baca dulu aja, mudah-mudahan novel ini bisa bikin kamu ngerasa lebih baik"
"Oh, ya udah nanti aku baca ya,"
"oke, aku pulang dulu ya"
"Iya hati-hati ya"

Sepulangnya Ricky aku putuskan untuk mandi, setelah mandi aku ambil novel yang diberikan oleh Ricky, kubaca covernya "Kutemukan Dirinya di Dunianya yang Sepi", begitu membaca covernya aku bisa nebak isi novel ini, ini pasti tentang seseorang yang bisa membuat orang yang dicintainya bangkit dari keterpurukan.
"Oke aku baca novel ini, siapa takut", pikirku dalam hati.

Tak kusadari jam sudah menunjukkan jam 10 malam sejak selesai mandi tadi aku terpaku membaca novel itu, awalnya biasa saja tapi lama kelamaan aku merasa seseorang yang dunianya sepi dinovel itu adalah aku, semakin aku membaca novel ini semakin enggan aku berhenti membaca, aku harus beresin baca novel ini secepatnya.
Akhirnya aku sampai dihalaman terakhir saat tokoh Fay datang kembali dan menjadikan Remi calon istrinya. Selesaaii ucapku dalam hati....

Setelah membaca novel aku putuskan untuk tidur, sayangnya mata ini enggan untuk terpejam, membaca novel itu seolah kembali ke masalalu dan masa sekarang, tapi bukan masa depan, mungkin belum...

Kuambil tasku yang sedari pulang baksos tadi belum kubereskan, aku mulai mencari benda itu, akhirnya kutemukan sebuah kalung dengan liontin beruang, liontin kesayanganku, liontin yang sangat istimewa dari seseorang yang sangat istimewa pula, tapi sekarang orang itu sangat mengecewakan, mungkin dia sangat pantas dibenci, tapi aku tak pernah bisa membencinya, tak pernah bisa me....
Tiba-tiba saja lamunanku buyar karena telfon genggamku bergetar di sampingku, langsung kuambil benda itu dan ku lihat tulisan dilayarnya.

"Ricky"
Lalu kuangkat telfon nya.
"Halo ky"
"Hai na, lagi apa?"
"Lagi tiduran aja, knapa?"
"gak apa-apa kok, belum tidur na'?"
"belum ky, kamu knapa blum tidur??"
"belum bisa tidur aja, oh ya kamu udah baca novelnya?"
" udah ky, udah beres malah"
"kamu gak apa-apa kan?"
"ngga apa-apa kok, emang kenapa ky?"
"Ah g apa-apa kok na, o ya besok ada acara nggak?"
"g ada, emang kenapa?"
"ikut aku yuk, ada yang mau aku tunjukin sama kamu"
"mmm, jam brapa?"
"jam 10 gimana?"
"boleh deh, tapi mau nunjukin apa sih?"
"nanti kamu liat sendiri aja ya na"
"ya udah, sampai besok ya, aku mau tidur nih ngantuk"
"Iya, nice dream ya"
"iya nice dream too"
Langsung kututup telfonnya,
"apa sih yang mau ditunjukin?? kenapa g ngomong sekarang aja coba?? aneh...!!", ucapku dalam hati.

Kemudian kuputuskan untuk tidur.

Pagi ini aku udah siap dan nungguin Ricky dateng, jam 10 kurang 10 menit dia nyampe dirumahku
"Pagi na"
"Pagi ky, ayo masuk... udah sarapan?"
"Udah kok na', oh ya orang rumah kamu kemana?"
"Ada kok, mau dipanggilin?"

"Ehh, ada tamu", tiba-tiba mama muncul dari dalam rumah sebelum aku panggil.
"Iya tante, kenalin nama saya Ricky"
"iya nak Ricky, saya mama nya Luna, mau jalan-jalan ya?"
"Iya tante, boleh kan saya ajak luna jalan?"
"Boleh kok, ya udah kalian ngobrol dulu ya tante mau masuk dulu masih ada kerjaan"
"Iya tante, makasih"
Setelah itu mama langsung masuk kedalam.
"Ayo berangkat sekarang kan?", tanyaku
"Eh iya na, ayo kita berangkat"


Kami langsung melaju ke tempat yang Ricky maksud.
Sebuah danau yang indah, di hiasi rimbun pepohonan, disalah satu sisi danau itu kulihat ada seorang wanita yang duduk dikursi roda didekatnya ada seorang wanita separuhbaya sepertinya wanita separuhbaya itu adalah pembantunya, kearah wanita itulah kini Ricky berjalan, aku mengikutinya dari belakang.

Sesampainya ditempat wanita itu
"Bi', gimana?", tanya Ricky kepada wanita separuhbaya itu.
Wanita itu hanya menggeleng, kemudian Ricky mendekati wanita yang duduk dikursi roda, dia berjongkok didepan wanita itu.
"Kak, pulang yuk kakak udah dari tadi loh disini, anginnya dingin disini nanti kakak sakit", perempuan itu hanya diam tanpa menoleh sedikitpun.
"Ayo dong kak, kakak nanti sakit, kan kasihan sama mas Leo disana kalo kk kya gini terus kak, mas Leo pasti sedih", ucapnya lagi.

Setelah dia mengatakan itu, tiba-tiba tubuh wanita itu berguncang, tangisnya meledak Ricky langsung memeluk wanita itu, menenangkannya dari tangisnya.
"Sekarang kakak sama bi' Wati pulang ya", kata Ricky setelah wanita itu lebih tenang.
Wanita itu hanya mengangguk dan kemudian pulang dengan didorong oleh pembantunya.

Aku diam, terdiam lebih tepatnya, aku masih belum mengerti apa sebenarnya yang menimpa wanita itu, kenapa dia menjadi sangat rapuh.

Tiba-tiba aku tersadar dan kaget karena seseorang menyentuh bahu ku.
"Maaf na, abis dari tadi aku manggil-manggil g dijawab sih", ucap Ricky
"Ya, gak apa-apa kok ky.. Oh ya yang tadi itu siapa ky?", tanyaku
"Oh itu kakak ku na, udah 5tahun dia kya gitu"
"Sejak kapan dia kya gitu?"
"Ya sejak 5 tahun yang lalu tepatnya saat calon suaminya yang besok akan resmi menjadi suaminya mengalami kecelakaan pesawat dan sitemukan tewas, semenjak itulah kakak g pernah mau bangkit dari keterpurukannya, g mau makan, g mau ngapa-ngapain dy cuma duduk dan menatap kosong pada satu titik",
"Apa g ada yang bisa bikin kakak kamu bangkit ky??, kasian kan kalo dia kya gitu terus",
"Bisa aja sebenernya na', kalo dia mau ngebuka hatinya buat orang lain".

Aku terdiam mendengar penjelasan Ricky, aku teringat dengan kata-kata Dion sepupuku dihari Ulang Tahunku. Apa iya aku harus membuka hati buat orang lain?? tapi siapa?? tanyaku dalam hati.
"apa g ada cara lain ky?", tanyaku lagi
"g ada na, aku rasa cuma itu caranya, selain itu kamu juga rajin sholat, sholat bisa bikin kamu lebih tenang na, n kamu bisa berdo'a buat ngedapetin yang lebih baik, ya kan?", tanyanya
"mmm... iya sih ky"
"ehh, kamu kok nanya masalah kya gini? kamu knapa na'?"
"gak apa-apa kok ky"
"Udah jawab aja na"

Setelah beberapa saat berfikir, aku putuskan untuk bicara walaw berat.
"Iya ky, aku ini g bisa bangkit dari keterpurukan, aku terus aja nutup hati aku buat orang lain"
"udah na' kamu g perlu terusin cerita kamu, aku udah tau kok semua tentang kamu", ucapnya sambil tersenyum
"ehh, kamu tau dari mana?, tanyaku kebingungan
"Dion, dia itu temen satu tim basket aku di club"

Dalam hati kukutuki Dion yang telah memberi tahu masalahku pada orang lain.
"kamu g apa-apa kan na?, tanya Ricky lagi
"Aku gak apa-apa kok, kamu kenapa nanyain masalah pribadi aku sama Dion?", jawabku dengan nada agak kesal.

"Aku suka sama kamu na', waktu pertama kali kita kemah mapala, tapi kamu selalu aja nutup diri kamu dari aku, dari cowo lain juga, aku janji na aku pasti bisa bikin kamu bangkit, aku pasti bikin kamu bahagia, tolong kasih aku kesempatan na, selama ini aku terus coba deketin kamu, tapi kamu selalu menghindar, aku g pernah nyerah aku terus deketin kamu, aku terus cari informasi tentang kamu sampai aku ketemu Dion", katanya pelan.

"Nggak kamu g bisa, buktinya kamu g bisa bikin kakak kamu lebih baik, kamu g akan bisa bikin aku ngebuka hati aku buat orang lain, kamu g akan bisa bikin aku bangkit, kamu g akan bisa", jawabku sedikit berteriak.

"Aku bisa, buktinya aku bisa ngajakin kamu jalan, aku bisa anter jemput kamu, sementara selama ini banyak cowo lain yang ngajakin kamu jalan tapi g satu pun yang bisa, semuanya kamu tolak, tapi aku bisa, hari ini buktinya, hari ini kamu ada disini karena aku yang ngajakin kamu kesini na, please na buka hati kamu, aku janji g akan nyakitin kamu dan g akan ninggalin kamu sampai kapanpun, izinin aku buat nyembuhin luka dihati kamu, kasih aku kesempatan na. Masalah kakak aku aku g bisa bikin dia bangkit kalo dia sendiri g mau bangkit dari keterpurukannya. Aku bisa bikin kamu bangkit na asal kamu mau bangkit dari semua keterpurukan kamu", ucapnya pelan

Aku hanya diam, sedikit terguncang, karena tanpa kusadari aku telah merobohkan benteng yang selama ini kubangun untuk hatiku sendiri, kakiku mulai g kuat menahan berat tubuhku, aku terduduk disini, dibawah pohon ini, tanpa kusadari air mataku mulai tumpah, semakin lama semakin deras.
Sedangkan Ricky duduk disebelahku, menggenggam tanganku, menenangkan tangisku.
"na, aku sayang sama kamu, aku janji g ada ninggalin kamu, aku g akan nyaktin kamu", ucapnya pelan ditelingaku.

Aku hanya mengangguk, dia terus memelukku dan menenangkanku.
Dan kini kugantungkan haparanku kepadanya, kepada orang yang telah mampu menghancurkan benteng hatiku yang selama ini ku bangun dengan susah payah.

Wednesday, 25 January 2012

Game Buatan Anak Bangsa yang Nyindir DPR

Hari ini aku jalan-jalan muterin blog tetangga, dan pas di blog Lets Us Study
aku nemu posting menarik tentang game terbaru buatan anak bangsa yang
nyindir renovasi toilet di gedung DPR.

Game ini bercerita tentang seseorang yang bernama Tiktok,
Tiktok berusaha membantu memberi sumbangan renovasi toilet
yang biayanya mencapai milyaran, pekerjaan Tiktok adalah 
mengawasi setiap peserta rapat, jangan sampai tertidur.... 
ayo mainkan gamenya... tabok peserta rapat yang tidur...... 







Ayo bantuin si Titok buat nabok peserta rapat yang tidur, dengan klik disini

Tuesday, 24 January 2012

Izinkan Aku Sendiri

Aku duduk disini, ditempat ini, sendiri disini
tak ada yang menemani
ah, lagi pula aku tak butuh siapapun untuk menemaniku saat ini,
aku hanya ingin sendiri,

kadang kesendirian itu menakutkan,
tapi tidak bagiku, kesendirian mampu membuatku berfikir lebih jernih,
kesendirian mampu membuat ku memahami
apa yang sebenarnya sedang terjadi,
kesendirian mampu membuatku lebih kuat
dalam menghadapi masalah yang datang

dan entah mengapa sekarang aku lebih menyukai kesendirian ini,
aku slalu menolak ajakan temanku untuk hang out
menolak ajakan teman untuk berkumpul,
entah kenapa??
padahal dulu hang out dan berkumpul bersama teman adalah hal yang paling kusukai, disana aku bisa tertawa lepas, menangis bersama, tersenyum bersama, menghadapi masalah bersama....

tapi semakin lama aku semakin merasa semua ini semakin membuatku rapuh,
membuatku tak mampu hidup mandiri tanpa teman,
aku bukan tak menghargai kalian teman,
hanya saja aku sedang ingin sendiri saat ini,
belajar untuk hidup sendiri lebih tepatnya...


sadar g sih kalian kalau nanti kita belum tentu akan terus bersama dengan orang yang menjadi teman atau pasangan kita saat ini...

cepat atau lambat perpisahan itu pasti terjadi kawan...

aku hanya sedang bersiap diri untuk menghadapi itu, agar nanti aku tak terpuruk seperti saat ku kehilangannya..

sabarlah kawan, nanti ku pasti kan kembali
kembali bersama-sama kalian,
tertawa bersama kalian,
menangis bersama kalian,
berbagi bersama kalian...

tapi sekarang aku ingin sendiri,
sendiri menghadapi semuanya..
menghadapi masalah hatiku ini..
bukan ku tak mau berbagi kawan..

kurasa ini harus kuselesaikan sendiri,
maka izinkan aku untuk menyendiri saat ini :)

Monday, 23 January 2012

Kerinduanku


Hari ini secara g sengaja aku dapet fotonya yang diselip dalam buku catatanku,

Aku masih ingat bagaimana saat aku masih bersamanya,
hari dimana setiap detik dan menit akan selalu indah dan menyenangkan.
masih teringat jelas senyumnya, tawanya, bahkan setiap omelannya saat dia sedang marah karena kelakuanku yang gak pernah nurut.

Ku akui aku merindukannya,
bukan hanya detik ini tapi setiap detik semenjak aku kehilangannya.
Kehilangan senyumnya, tawanya bahkan omelannya.

Aku merindukan setiap detik bersamanya,
Setiap detik saat berada disampingnya,
saat mendengar gelak tawanya, saat berada dipeluknya,
saat mendengarkan semua masalahnya,
saat aku mengucapkan selamat ulang tahun padanya yang dia sendiripun lupa, selalu lupa... :')

Aku terpuruk disini, didalam kesendirianku saat ini,
aku bukan tak pernah berusaha untuk mencari penggantinya,
semua itu sudah kulakukan,
tapi  tak pernah bisa kutemui orang yang bisa menggantikannya dihatiku,
Aku tau aku EGOIS, aku hanya inginkan orang sepertinya,
aku hanya inginkan dirinya...


Tuesday, 17 January 2012

Karena Kau Tulang Rusukku

Sebuah senja yang sempurna, sepotong donat, dan lagu cinta yang lembut.

Adakah yang lebih indah dari itu, bagi sepasang manusia yang memadu kasih?

Raka dan Dara duduk di punggung senja itu, berpotong percakapan lewat, beratus tawa timpas, lalu Dara pun memulai meminta kepastian. ya, tentang cinta.


Dara : Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini?

Raka : Kamu dong?

Dara : Menurut kamu, aku ini siapa?

Raka : (Berpikir sejenak, lalu menatap Dara dengan pasti) Kamu tulang rusukku!


Tertulis bahwa Tuhan melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa (baca Hawa Tercipta saat Adam Tidur). Semua pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hati."


Setelah menikah, Dara dan Raka mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kepenatan hidup yang kain mendera. Hidup mereka menjadi membosankan. Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain.


Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas. Pada suatu hari, pada akhir sebuah pertengkaran, Dara lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak, "Kamu nggak cinta lagi sama aku!"


Raka sangat membenci ketidakdewasaan Dara dan secara spontan balik berteriak, "Aku menyesal kita menikah! Kamu ternyata bukan tulang rusukku!"


Tiba-tiba Dara menjadi terdiam , berdiri terpaku untuk beberapa saat. Matanya basah. Ia menatap Raka, seakan tak percaya pada apa yang telah dia dengar.


Raka menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan. Tetapi seperti air yang telah tertumpah, ucapan itu tidak mungkin untuk diambil kembali.


Dengan berlinang air mata, Dara kembali ke rumah dan mengambil barang-barangnya, bertekad untuk berpisah. "Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi.

Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing."


Lima tahun berlalu...


Raka tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Dara.

Dara pernah ke luar negeri, menikah dengan orang asing, bercerai, dan kini kembali ke kota semula.

Dan Raka yang tahu semua informasi tentang Dara, merasa kecewa, karena dia tak pernah diberi kesempatan untuk kembali, Dara tak menunggunya.


Dan di tengah malam yang sunyi, saat Raka meminum kopinya, ia merasakan ada yang sakit di dadanya. Tapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia merindukan Dara.


Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu. Di airport, di tempat ketika banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas, mata mereka tak saling mau lepas.


Raka : Apa kabar?

Dara : Baik... ngg.., apakah kamu sudah menemukan rusukmu yang hilang?

Raka : Belum.

Dara : Aku terbang ke New York dengan penerbangan berikut.

Raka : Aku akan kembali 2 minggu lagi. Telpon aku kalau kamu sempat. Kamu tahu nomor telepon kita, belum ada yang berubah. Tidak akan ada yang berubah.

Dara tersenyum manis, lalu berlalu.

"Good bye...."


Seminggu kemudian, Raka mendengar bahwa Dara mengalami kecelakaan, meninggal. Malam itu, sekali lagi, Raka mereguk kopinya dan kembali merasakan sakit di dadanya. Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Dara, tulang rusuknya sendiri, yang telah dengan bodohnya dia patahkan.


"Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal"

Hawa Tercipta Saat Adam Tidur

Dikatakan bahwa seorang laki-laki jika kesakitan, maka dia akan membenci,
sebaliknya wanita, saat dia kesakitan, maka semakin bertambah sayang dan cintanya.


Seandainya Hawa diciptakan dari Adam ‘allaihisallam saat Adam terjaga, pastilah Adam akan merasakan sakit keluarnya Hawa dari sulbinya, hingga dia akan membenci Hawa.

Akan tetapi Hawa diciptakan dari Adam saat dia tertidur,
agar Adam tidak merasakan sakit, dan tidak membenci Hawa.

Sementara seorang wanita akan melahirkan dalam keadaan terjaga, dia melihat kematian ada di hadapannya, akan tetapi semakin bertambah sayang
dan cintanya kepada anak yang dilahirkannya, bahkan dia akan menebusnya dengan kehidupannya.



Sesungguhnya Allah Subhanahu Wata’ala menciptakan Hawa dari tulang rusuk bengkok yang tugasnya adalah melindungi qalbu (jantung, hati nurani).

Oleh karena itu, tugas Hawa adalah menjaga qalbu.
Oleh karena itu pula, Hawa diciptakan dari tempat yang nantinya akan berinteraksi dengannya.

Sementara Adam diciptakan dari tanah, karena dia akan berinteraksi dengan tanah, dia akan menjadi petani, tukang batu, tukang besi, dan tukang kayu.


Adapun seorang wanita, maka dia akan berinteraksi dengan perasaan,
dengan hati; dia akan menjadi seorang ibu yang penuh kasih,
seorang saudari yang penyayang, seorang putri yang manja, dan seorang istri yang penurut.


Kedokteran modern telah menetapkan bahwa seandainya bukan karena tulang rusuk tersebut pastilah pukulan yang paling ringan yang diberikan kepada jantung akan menyebabkannya rusak dan menuju kepada kematian.

Maka Allah menciptakan tulang rusuk tersebut untuk menjaga qalbu.
Kemudian Dia menjadikannya bengkok untuk melindungi qalbu dari sisi yang kedua.

Oleh karena itu, wajib bagi Hawa untuk berbangga karena dia diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok.

Dan wajib bagi Adam untuk tidak berusaha meluruskan tulang yang bengkok tersebut, dikarenakan dia, sebagaimana yang dikabarkan oleh Nabi Sholallahu ‘Alaihi Wasallam,

jika seorang laki-laki berusaha meluruskan yang bengkok tersebut dengan serta merta, maka dia akan mematahkannya.


Yang dimaksud dengan kebengkokan tersebut adalah perasaan yang ada pada diri seorang wanita yang mengalahkan perasaan seorang laki-laki.


Maka wahai Adam, janganlah merendahkan perasaan Hawa,
dia memang diciptakan seperti itu; dia adalah separuh bagian dari masyarakat sosial yang membangun separuh yang lain.

Sekalipun demikian, hampir seorang wanita shalihah bisa menjadi keseluruhan masyarakat sosial tersebut.

Monday, 16 January 2012

Kenalan Yuk

Kali ini gue bingung mau mulai darimana, jujur aja gue bingung mau ngomong ada lagi setelah semua yang gue tulis n semua inspirasi yang udah gue salurin dengan indah hilang gitu aja.

sepertinya kesabaran gue emang lagi diuji hari ini, pertama gue harus kehilangan inspirasi gue gara-gara tetangga gue dangdutan pagi-pagi, kedua disaat tetangga gue udah nggak dangdutan lagi gue putusin buat nulis, awalnya berjalan lancar, tapi waktu gue udah mau nutup tulisan gue, gue malah salah pencet n semua tulisan gue keapus tanpa bisa di undo atau Ctrl+Z.

Hati gue hancur berkeping-keping melihat itu semua terjadi (lebay).

Daripada gue ngomel-ngomel g jelas karena kebodohan gue sendiri mending gue ngenalin diri gue sendiri ama pembaca coretan gak penting gue ini.

Nama gue Dewi Irma, kalian boleh manggil gue dewi, wie, iwed, asal jangan panggil gue irma karna jujur aja gue agak risih dipanggil dengan nama itu, rasanya seperti kembali ke masa-masa sekolah saat semua guru-guru d sekolah gue manggil gue irma, padahal udah jelas nama depan gue dewi, emang ini di Jepang atau China apa nama marga jadi nama panggilan resmi??, lagian itu bukan marga, di keluarga gue g ada marga-margaan.

Oke lanjut, sekarang gue kuliah di salah satu universitas swasta di pulau kecil ini, gue ambil jurusan Administrasi Negara.

Umur gue sekarang masih 20tahun (masih lumayan unyu-unyu kan? :D)

Seperti yang gue bilang tadi gue tinggal di sebuah pulau kecil dengan pantai yang indah, dan hamparan permadani pasir putih bersih serta susunan bebatuan granit raksasa manjadi ciri khas pantai disini, namanya pulau Belitung, tepat nya di Tanjungpandan.

Indah kan??

Mungkin ada diantara kalian yang pernah baca novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata atau film Laskar Pelangi baik serial maupun layar lebar, Belitung atau Belitong adalah pulau dimana cerita Laskar Pelangi itu terjadi.




Gue ini orangnya gimana ya?? yang pasti sih gue bukan bidadari apa lagi cantik, yahh gue emang gak cantik tapi gue manis hahaha (seenggaknya sekarang kalian tau kalo gue narsis)


Untuk lebih jelas, kalian boleh nyimak coretan-coretan gue berikutnya atau boleh di add, follow atau circle akun fb, twitter n Google+ gue, nanti kalian tau sendiri siapa dan gimana gue sebenarnya.

Oh ya gue juga minta maaf kalo seandainya ditulisan kali ini gue pake kata-kata yg kurang sopan, ini cuma supaya kalian yang baca coretan gue ini juga lebih nyantai bacanya, kan coretan gue ini gue bikin buat have fun aja.
Bukan buat suatu hal yang formal, ada waktunya dimana waktu formal n mana waktu santai, ya kan??
masa iya gue yg masih muda ini kenalan ama kalian yng juga masih muda dengan bahasa-bahasa formal, yang ada ntar kalian mikir kalo gue ini sok formal atau apalah itu namanya. :D

Kya'a segini dulu deh ya coretan dari gue kali ini.

Pokoknya Keep Writing ya!! :D

Saturday, 14 January 2012

Cinta, Suka, atau Sayang

Dihadapan orang yang kau cintai,
Musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah
Dihadapan orang yang kau sukai,
Musim dingin tetap saja musim dingin,hanya suasananya lebih indah sedikit

Dihadapan orang yang kau cintai
Jantungmu tiba-tiba berdebar lebih cepat
Dihadapan orang yang kau sukai,
Kau hanya merasa senang dan gembira saja.

Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau cintai,
Matamu berkaca-kaca
Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau sukai,
Engkau hanya tersenyum saja

Dihadapan orang yang kau cintai,
Kata-kata yang keluar berasal dari perasaan yang terdalam
Dihadapan orang yang kau sukai
Kata-kata hanya keluar dari pikiran saja.

Jika orang yang kau cintai menangis,
engkaupun akan ikut menangis disisinya
Jika orang yang kau sukai menangis,
engkau hanya menghibur saja.

Saat kau MENYUKAI seseorang,
kau ingin memilikinya untuk keegoisanmu sendiri.
Saat kau MENCINTAI seseorang,
kau ingin sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk dirimu sendiri.

Saat kau MENYUKAI seseorang dan berada di sisinya
maka kau akan bertanya,”Bolehkah aku menciummu?” 
Saat kau MENCINTAI seseorang dan berada di sisinya
maka kau akan bertanya,”Bolehkah aku memelukmu?”
Saat kau MENYAYANGI seseorang dan berada di sisinya
maka kau akan menggenggam erat tangannya…

SUKA adalah kau akan menemaninya bila itu menguntungkan. 
CINTA adalah kau akan menemaninya di saat dia membutuhkan.
SAYANG adalah kau akan menemaninya di saat bagaimanapun keadaannya.

Perasaan cinta itu dimulai dari mata
sedangkan rasa suka dimulai dari telinga.
Jadi jika kau mau berhenti menyukai seseorang,
cukup dengan menutup telingga,
Tapi apabila kau mencoba menutup matamu dari orang yang kau cintai,
cinta itu berubah menjadi tetesan air mata
dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.
"Tetapi selain rasa suka dan rasa cinta…
ada perasaan yang lebih mendalam,yaitu rasa sayang…
rasa yang tidak hilang secepat rasa cinta.
Rasa yang tidak mudah berubah.
Perasaan yang dapat membuatmu berkorban untuk orang yang kamu sayangi.
Mau menderita demi kebahagiaan orang yang kamu sayangi.
Cinta ingin memiliki,tetapi sayang hanya ingin melihat orang yang disayanginya bahagia….
walaupun harus kehilangan....

Masa Lalu

kamu pergi tanpa meninggalkan satu kata pun untukku,
satu kata yang aku harapkan bisa membuatku mengerti dengan kepergianmu,
tiga tahun aku menunggumu tanpa satu kepastian apapun darimu,

sampai akhirnya aku putuskan untuk berhenti mengharapkanmu,
dan mencoba membuka hatiku untuk orang lain,

tapi kenapa sekarang disaat aku telah melupakanmu,
kamu datang lagi dengan senyum khasmu itu,
senyum yang dulu selalu mampu meredam amarahku,
senyum yang mampu membuatku begitu terpesona dengan indahnya,


dulu... aku memang berfikir kamu adalah yang terbaik untukku (bodohnya aku berfikir seperti itu)
tapi sekarang semuanya telah berubah, rasa dihatiku tak lagi sama seperti dulu,
tak ada gunanya kau datang lagi kedalam kehidupanku,

apa kamu pernah berfikir atau memikirkan perasaanku,
perasaan orang yang selama ini setia menantimu (ya aku tau kamu pasti tidak pernah berfikir apa lagi memikirkan perasaanku)
tiga tahun... tiga tahun bukan waktu yang singkat untuk penantian yang menyakitkan,

maaf, semuanya tlah berbeda,
dan tidak akan penah sama seperti dulu lagi,
Carilah orng lain yang benar menyayangimu,
dan tidak akan pernah meninggalkanmu, seperti yang kamu lakukan.